Rasanya baru kemarin
Tidak ada yang salah tentang kita, kamu, dia, mereka
Ya, itu manis dan menyenangkan
Satu atau sepuluh tahun yang lalu, rasanya seperti kemarin
Tidak ada yang salah tentang kenangan
Semua cermin dan pecahan kaca
Selalu terasa seperti kemarin, persis
Manis, pahit
Sakit dan menyakiti
Sayang dan disayangi
Sahabat, berbagi, semua hanya kemarin
Tidak pernah salah menyebutnya kenangan indah
Tidak satupun
Karena aku mengerti kenanganmu, pun kenanganku
Hari ini adalah kita, dan bagaimana kita mengisinya
Remember
Nor to be always
together
I'll never
But I just ask you
to remember
I'm asking you to,
so you can push yourself further more
A little bit forward
We've been passed
that way
And we've been
through so many hard path
And make this far
So when you tired
You just have to
remember
Tentang Penulis
Halimanto Sapta Triyoga (penulis). Menurut sejarah dari pemberi nama Halimanto Sapta Triyoga, yaitu Bapak Alit Dedih yang merupakan ayah penulis, nama tersebut diambil dari salah satu Asmaul Husna atau nama-nama Allah Subhanahu wa Ta'ala yaitu Al-Halim. Dalam bahasa arab, kata Halim terdiri dari tiga huruf arab yaitu ha' (ح), lam (ل), dan mim (م). Secara harfiah dalam bahasa arab, memiliki tiga makna dasar yaitu: (i) tidak terburu-buru; (ii) sifat penyantun yang tidak pandang bulu, merujuk pada salah satu sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala; (iii) dan yang terakhir adalah yang terus memberikan (rahmat kepada umat-Nya). Selanjutnya nama Anto memiliki arti sahabat setia, sederhana, dan atau patut dipuji. Sapta, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan bentuk yang terikat tujuh atau berarti nomor tujuh, yang sebenarnya nama ini diambil karena Halimanto lahir pada bulan September (lalu hubungannya?). Yang terakhir, Triyoga, terdiri dari kata Tri yang berarti tiga, dan Yoga yang berarti perasaan pada keadilan.
Jika menebak dari cocokologi arti namanya, anda dapat menebak karakter penulis seperti apa: salahsatu yang pasti adalah adanya unsur melankolis. Kesemua arti kata dari penyusun nama Halimanto Sapta Triyoga, penulis yakin orang tuanya dulu belum mengetahui satu per satu makna kata penyusun nama tersebut, Namun penulis yakin, ini adalah bentuk kasih sayang pertama yang paling besar dari Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui kedua orang tua penulis sehingga penulis dikaruniai nama yang menjadi doa bagaimana kelak karakter seorang anak manusia bernama Halimanto ini tumbuh dan hidup. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meridhai nama ini menjadi doa bagi penulis. Aamiin.
Halimanto Sapta Triyoga --penulis-- merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Alit Dedih dan Ibu Eli Suharlimah. Pria kelahiran Bandung, 21 September 1994 ini mengenyam pendidikan dasar di SDN Pasirmalang 5, kemudian melanjutkan pendidikan jenjang menengah pertama di SMPN 3 Pangalengan dan dengan terkatung-katung serta susah payah, kedua orang tuanya menyekolahkan penulis ke jenjang pendidikan menengah atas di SMAN 1 Pangalengan. Masih belum kapok dan ditambah dengan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, penulis berkesempatan pula mengenyam pendidikan tinggi jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Alhamdulillah, lulus dengan selamat sentosa dan gegap gempita pada 7 Desember 2016. Selebihnya tentang penulis, silahkan simak di blog ini.
Published: By:
Unknown
- 14.31
Empat Tahun Seharusnya Bergelut dengan Buku, Bukan dengan Slide
Langganan:
Postingan (Atom)
